Happy Soya Kalkulator Nutrisi
Logo

Minyak Goreng Sebaiknya Tidak Dipakai berkali-kali, Kenapa?

Kita sering banget mendengar anjuran untuk tidak memakai minyak goreng berkali-kali. Padahal, hal ini lebih nyaman dilakukan, apalagi kalau sedang berhemat. Ternyata, hal ini bukan tanpa alasan dan ada faktor kesehatan di baliknya.


Minyak goreng yang sering digunakan akan kehilangan susunan asam lemak tidak jenuhnya. Pemanasan yang terlalu sering mengubah kandungan itu menjadi lemak jenuh berbahaya. Dalam tubuh, lemak jenuh bisa menyumbat pembuluh darah. Zat ini juga bisa memicu berbagai penyakit berat, seperti jantung, stroke, dan kanker.


Bila sudah dipakai hingga coklat atau hitam pekat, minyak bisa menjadi ladang pertumbuhan bakteri dan virus. Makanan yang digoreng pun bisa membawa zat berbahaya bagi tubuh. Kebiasaan menggunakan minyak kotor seperti ini bisa menimbulkan kanker, tumor, serta penyakit degeneratif lainnya.


Selain itu, zat akrolein bisa terbentuk pada minyak yang sudah berkali-kali dipanaskan. Kandungan ini bisa menyebabkan rasa gatal pada tenggorokan, bahkan radang. Kotoran pada minyak pun akan turut membuat kolesterol tubuh tinggi.


Lalu, kapan sebaiknya membuang minyak yang sudah dipakai? United State Department of Agriculture (USDA) menyarankan tidak menggunakan minyak goreng lebih dari 3 kali proses masak. Jika minyak sudah berubah warna dan aroma, sebaiknya langsung saja dibuang.


Jika kamu baru sekali menggunakan minyak goreng dan ingin memakannya lagi, saring bekas masakan sebelumnya. Simpan ditempat bersih dan biarkan sisa makanan mengendap di bagian bawah.


Kamu bisa membersihkan minyak dengan nasi matang. Caranya, kepal sedikit nasi hangat sampai padat, lalu masukkan dalam minyak. Aduk nasi hingga ampas menempel. Lakukan berulang kali jika ingin lebih bersih.


Semakin bijak memakai minyak goreng, maka kamu juga akan mendapatkan makanan yang lebih sehat. Tubuh pun jadi semakin kuat serta terhindar dari berbagai penyakit yang tidak diinginkan.